EDISI REVISI BERITA
MTsN 1 SUMBAWA

BERITA

Kontak


Alamat :

Jln. Durian Kelurahan Uma Sima Sumbawa

Telepon :

(0371) 2629137

Email :

mtsnsumbawabesar@gmail.com / info@mtsn1sumbawa.sch

Website :

mtsn1sumbawa.sch.id

Media Sosial :





Kanwil KEMENAG




VISI DAN MISI



ARTIKEL- PEMBELAJARAN ONLINE SEBUAH ALTERNATIF MASA DARURAT COVID-19


Abstrak

Pembelajaran normal yang aktif  itu tidak hanya dilakukan di dalam ruangan (in door) tetapi juga di luar ruangan (out door). Pembelajaran klasikal di lalam ruangan sifatnya dibatasi oleh ruang kelas. Namun pembelajaran di luar/alam terbuka lebih memberikan kebebasan mengeksplour kepada anak didik.

Seiring dengan tibanya wabah covid-19 dua macam pola lokasi pembelajaran itu menjadi tidak berfungsi. Lalu pemerintah melakukan sejumlah langkah dan mengeluarkan regulasi dalam rangka menunaikan kewajibannya ikut mencerdaskan bangsa. maka bertambah satu pola pembelajaran yaitu dengan “on line”. Dengan model ini tentu banyak piranti yang dibutuhkan dan sejumlah anggaran yang dibutuhkan. Selain itu kurikulum juga disetting disederhanakan sedemikian rupa untuk mendapatkan out put.

Dari satu sisi covid-19 merupakan musibah, tapi di sisi lain menjadikan dia ibrah dan sebagai salah satu indikator penyebab pengembangan model pembelajaran yang “ tidak lazim”. Hal ini dilakukan untuk menumbuh kembangkan dan merubah prilaku peserta didik menuju arah yang lebih baik.

Pembelajaran online mengubah teknik dari tatap muka menjadi tatap layar. Kemudian para pendidik dan peserta didik diharapkan memiliki skill yang cukup dalam operasional kegiatan pembelajaran yang berbasis teknologi. Peran orang tua juga menjadi faktor penentu dalam kegiatan pembelajaran ini. Sebab perannya sebagai pendamping siswa dalam belajar.

Dengan keterbatasan gerak langkah akibat pandemi covid-19 menjadikan pembelajaran tidak berfungsi normal sehingga memberikan dampak  baik positif dan dampak negatif. Salah satu dampak positif yang dapat dirasakan adalah adanya kecenrungan melek teknologi. Sedangkan dampak negative yaitu dengan diberikannya siswa mengoperasikan HP anroid dengan akses internet maka, sudah tentu anggaran kuota dan siswa akan cenrung pasif.

Eksistensi pembelajaran online,  yang menjadi solusi dalam masa darurat adalah menjadi bentuk ikhtiar yang dijadikan alternative kendati  tidak maksimal. Intinya adalah bagaimana pendidikan di Indonesia mampu dimenej dan diakses secara adil dan merata sebagai salah satu implementasi dari sila ke-5 Pancasila; ‘Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’.

 Keyword: Pembelajaran online, alternative, Darurat covid-19

Di dunia pendidikan kita mengenal bahwa pembelajaran itu sendiri merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang meliputi guru dan siswa yang saling tukar informasi. Pada hakikatnya pendidikan, akan berusaha untuk mengubah prilaku yang bertujuan mencapai kedewasaan atau kepribadian individu yang lebih baik. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksankakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarakat1

Dalam kondisi darurat Covid-19 teknis pembelajaran alternatif dikemas sedemikian rupa, seperti penggunaan media komunikasi WhatsApp Group (WAG), daring atau online, luar jaringan (luring) /ofline, dan pendampingan. Dampak Covid pada pembelajaran sangat luas dan beragam, mulai dari kondisi zona kuning, orange dan merah.    

Dampak lain Covid-19 yaitu adanya  libur bekerja dan belajar secara tatap muka. Lalu dibuatlah regulasi belajar dari rumah (daring) dan belajara luar Jaringan (luring) serta bekerja dari rumah (bedarum). Hal itu mengalami perpanjangan perdua pekan. Teknik dengan menggunakan sistem aplikasi Zoom dan mengoperasikan model pembelajaran aplikasi E-learning. Pemerintah telah membagi tiga model pembelajaran di masa pandemi yaitu tatap muka, virtual, dan pendampingan2.

Dunia boleh saja berteori bahwa hampir semua lini kehidupan telah diwarnai dan harus beradaptasi dengan teknologi. Namun, realita berbicara lain. Di antaranya adalah sistem pendidikan yang diformulasikan dengan media digital atau daring masih cukup minimalis di Indonesia. Pembelajaran daring tidak hanya memvirtualkan materi pengajaran, tetapi juga masalah sarana dan penetrasi jaringan internet. Kemampuan atau kompetensi  guru mempengaruhi proses pembelajaran, demikian juga dengan akses internet3. Termasuk problem skill para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam menyampaikan materinya. 

Tidak disangkal bahwa Pembelajaran online atau daring menjadi alternatif yang semakin membias di tengah menyebarnya virus corona. Ekses pandemi ini menuntut semua

lembaga, untuk menggunakan piranti lunak atau sarana media digital dalam kegiatan belajar.

           Berbagai satuan pendidikan berlomba-lomba mengeksplor teknik/metode  yang efesien dan efektif dalam mentransmisikan sistem pengajarannya agar mudah diakses. Eksistensi perkembangan teknologi yang semakin maju pesat mengakomodasi dan memobilisasi sistem pembelajaran ini. 

            Tetapi, ada saja kerentanan dalam penerapan sistem pembelajaran darurat yang ada. Penetrasi jaringan internet yang belum merata ke semua daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2019, tingkat penetrasi internet di pedesaan rata-rata 51,91 persen, di perkotaan pun rata 78,08 persen.4 Hal ini menunjukkan indikasi kualitas jaringan yang rendah dan berdampak pada proses pembelajaran yang “lelet” atau “lola” (loading lambat). Efisiensi dan fektivitas  serta mutu komunikasi dalam proses pembelajaran menjadi rendah dan sulit untuk dimengerti dengan cepat.

Bagi  Holmes David, dalam memberikan alternatif bagi homogenisasi struktur komunikasi broadcast, internet dikatakan  menawarkan kebebasan demokrasi hampir tak terbatas untuk melacak informasi, untuk berkorespondensi dengan ribuan individu lain, dan secara spontan membentuk komunitas virtual5

Eksistensi Media dapat  menjadi penentu berapa jauh pembelajaran online dinyata-

kan masih di bawah standar. Selain itu,  indikasi kegagapan para guru dan siswa dalam mengakses daring. Karenanya, Pembelajaran daring di tengah pandemi ini adalah bersifat alternatif (Addarury). Dimana dalam kondisi darurat sesuatu yang tak lazim digunakan dapat digunakan untuk menyambung atau menyelamatkan keberlangsungan. 

Lembaga pendidikan dinilai sensitif karena sangat potensial meningkatkan penyebaran dan klaster baru Covid-19. Sekolah-sekolah dan kampus dengan basis jumlah murid/Mahasiswa yang cukup banyak memberi peluang terhadap proses penyebaran Covid-19. Tidak hanya madrasah atau sekolah, kampus pun ditutup untuk sementara. Pembelajaran dipindahkan ke rumah. Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) mengalami gangguan karena metode tranformasi pengetahuan dirasa kurang memadai dan belum optimal.     

Mengajar bukan tugas yang ringan bagi seorang guru. Dalam mengajar guru berhadapan dengan sekelompok siswa, mereka makhluk hidup yang memerlukan bimbingan dan pembinaan untuk menuju kedewasaan6.  Maka tugas mulia guru tadi dibebankan pula kepada orang tua mereka sebagai jalan keluar untuk meretas penyebaran Covid-19 dengan melibatkan orang tua.  Seperti diketahui bersama bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) 

Republik Indonesia bersama menteri Agama pun menerapkan kebijakan sistem belajar dari rumah dengan perpanjangan waktu per dua pekan. Belajar dari rumah membuat memunculkan slogan “merdeka belajar”  semakin nyata di lapangan. Lalu apa maksud merdeka dalam konteks belajar dari rumah non tatap muka? Jika dilihat dari fenomena dan kesan umum yang ada, justru proses belajar di luar kendali nyaris jadi ‘liburan’. Selanjutnya melemah akibat ada kejenuhan. Metode menyampaikan pada saat mengajar, atau metode menyajikan materi pelajaran-menjelaskan- adalah media paling efektif di dalam kontak antara guru dan muridnya yakni suara guru memiliki keistimewaan kontak lebih banyak daripada yang lainnya7. Diharapkan daring di rumah selama pandemi siswa tetap produkif  dalam belajar 

Namun, terkadang pembelajar justru merasa bebas-merdeka untuk belajar. Terkait hal ini, tidak sedikit oknum peserta didik menerapkan prinsip “semau gue.” Belajar online dari rumah adalah sebuah prisai apologi yang digunakan untuk menolak tuduhan bahwa selama Covid-19 sistem pendidikan vakum.

Dapat dijumpai pada hirarki seperti Perguruan Tinggi, kebijakan belajar dari rumah ditunjang kuat dengan optimalisasi penggunaan sarana teknologi komunikasi. Dari sinilah kemudian dikenal sebuah istilah “belajar online.” atau  dengan sebutan lain “e-learning”. Teknis operasionalnya dan mekanismenya dengan teknologi. Dapat dikenal belajar online dengan aplikasi “video-conference,” segala yang terkait aktifitas dan proses pembelajaran dilakukan dengan sistem virtual-online. 

Dalam sistem belajar berbasis online yang sifatnya darurat ini bahwa semua pendidik  dan peserta didik dituntut kapabilitas tentang teknologi dan fitur-fitur yang dioperasikan. Ketika tidak mampu, maka ketidak pedulian akan mungkin kuat terjadi. Kemudian, keseriusan, ketekunan,  siswa menjadi suatu bentuk tuntutan lain.  Hal ini dapat menjadi salah satu indikator  penentu dalam pelaksaan pembelajaran online. Sistem ini sejatinya sebuah peralihan metode face to face (tatap muka) ke metode screen to screen (tatap layar). 

Esensinya adalah keberadaan semua informasi yang sesuai secara real time via koneksi net dengan mengkanalkan orang, benda dan sistem dimaksimalkan, terorganisir secara mandiri dan pembuatan nilai lintas jaringan yang bisa sesuai dengan sejumlah indikator, misalnya ketersediaan sumber daya, dan biaya. Tentunya sistem ini mempunyai arah yang sangat membantu peserta didik dan tenaga kependidikan dalam situasi bagaimanapun dan di mana pun tetap bisa melaksanakan proses kegiatan pembelajaran dengan model komunikasi darurat.

Upaya membina komunikasi tidak sekadar untuk menciptakan kondisi yang menarik dan hangat, tetapi akan mendapatkan makna yang mendalam dan berarti bagi pendidikan dalam suatu sekolah8. . Jika dicermati dengan seksama dan obyektif bahwa belajar online apalagi di saat darurat covid akan  menambah beban biaya karena harus membeli paket data internet dengan sitem mendownload-upload dan video-conferenc tugas Pembelajaran mereka. Tidak ketinggalan bahwa peserta didik dengan pengajar/pendidik sering kali terjadi miskomunikasi.

Penulis menilai bahwa, sistem Pembelajaran daring di tengah pandemi  Covid-19 adalah sebuah alternatif yang bersifat darurat. Kenapa demikian? Ibarat pepatah ‘tak ada rotan akarpun jadi’.  

Clousing statement

Prores kegiatan pembelajaran online di saat  pandemi Covid-19 dapat   dikatakan sebagai kurikulum alternatif/ kurikulum darurat. Model Kurikulum ini merupakan salah satu babak baru pada sistem pendidikan di Indonesia. Keberadaan software (perangkat lunak), situs, website, akses internet, listrik, gadget,pulsa dan komputer menjadi tolok ukur  implementasi model ini. Ciri khas proses pendidikan abad ke-21 selalu menemui tantangan dan juga sekaligus mendatangkan peluang baru. Gejala ini hadir sebagai konsekuensi dari perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

Pada hakikatnya pendidikan dalam konteks pembangunan nasional mempunyai fungsi: (1) mempersatu bangsa, (2) penyamaan kesempatan, dan (3) pengembangan potensi diri9.. Hal ini selaras dengan spirit pasal 31 ayat (1) UUD 1945, “semua warga negara berhak mendapatkan pendidikan”, maka seluruh peserta didik dan tenaga kependidikan semestinya mendapatkan perlakuan, kemmapuan, keterampilan yang sama, dan cocok dengan kemajuan teknologi terbaru, skill komunikasi global.

Kita berharap agar pemerintah dan pihak kementerian terkait untuk berkonsentrasi penuh mengentaskan  problematika pendidikan masa Covid-19 melalui kurikulum virtual; proses belajar mengajar via teknologi daring, secara totalitas terkait sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Berbagai elemen  dalam sistem pendidikan itu perlu dikenali secara mendalam sehingga dapat difungsikan dan dikembangkan10. Artinya bahwa pembelajaran

yang bersifat darurat ini tentunya segala yang terkait akan menjadi bermakna ketika sudah di

mengerti serta mampu mengaplikasikannya. 

Kaitannya dengan ini intinya adalah bagaimana pendidikan di Indonesia mampu dimenej dan diakses secara adil dan merata sebagai salah satu implementasi dari sila ke-5 Pancasila; ‘Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia’. Maknanya negara harus hadir bagi seluruh rakyatnya dalam memberikan yang terbaik pada bidang pendidikan secara universal di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

 

___________________

1 Ubaidullah Dkk menguak ragam fenomena sosial , hal.46,Yuma PustakaMaret 2020, 46

2 Abdul hakim, M.Pd menggali hikmah di balik Covid-19, Radar Sumbawa, Edisi Sabtu, 25 Juli 2020, 7

3 kompas , edisi jum’at, 30 oktober 2020, 5

4 Kompas, Edisi Kamis, 3 April 2020,5

5 Holmes David,Teori Komunikasi, Pustaka Pelajar Yogyakarta, 2012,18

6Slameto,Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengarugi, Jakarta, Rineka Cipta, 2013,35

7 Asy-Syalhub bin Fu’ad bin Abdul Aziz ,Begini Seharusnya Menjadi guru, Darul Haq  Jakarta, 2011,89

8 E Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung,, Remaja Rosdakarya, 2005, 139
9 Departemen Agama, Undang-Undang Republik Indonesia no 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS, Jakarta, 2005,149,

  10.Fattah Nanang , Landasan Manajemen Pendidikan, Bandung, Remaja Rosda Karya,2001 

 

 Daftar Pustaka

 1. Ubaidullah dkk Menguak Ragam Fenomena Sosial , hal.46,Yuma Pustaka, Maret 2020

2. Abdul hakim, M.Pd Menggali Hikmah Di Balik Covid-19, Radar Sumbawa, 

    edisi Sabtu, 25 Juli 2020

3.  Kompas , edisi Jum’at, 30 Oktober 2020

4.  Kompas, edisi Kamis, 3 April 2020

5. Holmes David,Teori Komunikasi, Pustaka Pelajar Yogyakarta, 2012

6. Slameto,Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengarugi, Jakarta, Rineka Cipta, 2013

7. Asy-Syalhub bin Fu’ad bin Abdul Aziz ,Begini Seharusnya Menjadi guru

    Darul Haq Jakarta, 2011

8. E Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung,, Remaja Rosdakarya, 2005

9. Departemen Agama, Undang-Undang Republik Indonesia no 20 tahun 2003

    tentang SISDIKNAS, Jakarta, 2005

10. Fattah Nanang , Landasan Manajemen Pendidikan, Bandung, Remaja Rosda Karya,2001

 

BIODATA PENULIS

 

Nama Penulis  :  ABDUL HAKIM, A.Ma, S.Ag, M.Pd

  NIP                   :  1971 12 31 1994 02 1001007

Tempat Tugas :  MTsN 1 Sumbawa 

Judul                :  Pembelajaran Online Sebuah Alternatif Masa Darurat Covid-19

HP/WA             :   08123789900

Alamat              :   Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara Kab. Sumbawa, NTB

 

 

 

 

 

                                    

 

 

 

 

PENCARIAN BERITA DI WABSITE MTsN 1 SUMBAWA



PTK



PENGUMUMAN ONLINE



PPDB ONLINE



IKLAN ANDA



PETA LOKASI



VIDEO-YOUTUBE_ KARYA SRI WAHYUNI,S.Pd



BUPATI DAN WAKIL BUPATI SUMBAWA




PERPUSTAKAAN



KHAZANAH INFO



JADUAL PELAJARAN




PEMDA SUMBAWA



ARSIP



BALITBANG KEMENAG




KALENDER PENDIDIKAN KEMENAG